![]() |
| Sumber Gambar |
Pernahkah
kita sangat menginginkan sesuatu?
Pernahkah
kita menyebutkan keinginan tersebut dalam setiap do’a kita sepanjang waktu?
Tentu,
sebagai manusia kita memiliki hawa nafsu, dan dari hawa nafsu tersebut seringkali
melahirkan keinginan-keinginan dan harapan-harapan. Tapi tentunya harus menginginkan
sesuatu yang positif lo ya. Misalnya saja,
tahun ini kita berharap bisa menyelesaikan naskah novel yang telah lama kita diamkan
berdebu, atau mungkin tahun ini kita berkeinginan untuk membeli mobil yang
telah lama kita incar dan lain sebagainya. Saya yakin itu hanya secuil dari sekian
banyak keinginan-keinginan yang telah kita buat yang tentunya juga berbeda satu
sama lain. Nah, ketika keinginan untuk memiliki atau mendapatkan sesuatu itu semakin
kuat, pastinya juga kita imbangi dengan do’a kan? Yup, sebab apabila kita hanya
menginginkannya tanpa usaha ataupun do’a itu berarti kita tidak benar-benar menginginkannya.
#plaak! Jangan berharap dikasih kalau
kita enggan berusaha dan berdo’a.
Lalu
bagaimana ketika kita sangat menginginkannya, namun ternyata takdir berkata
lain. Yup, kenyataan tidak seperti yang kita harapkan. Misalnya saja kita
berencana untuk menikah tahun ini, tetapi orangtua justru belum mengizinkan
dengan sederet sebab dan alasan. Sedangkan kita sudah merasa mampu dan siap. Ah,
tentu saja bagaikan disambar petir di siang bolong bukan? Harapan yang selalu
kita sampaikan pada-Nya ternyata harus tertunda karena orangtua yang tidak
sependapat dengan kita. Bahkan kita sampai mendebat orangtua agar mereka
mengerti dan paham maksud kita. Nah loh, malah semakin ditunda tuh gegara Allah
ikutan sebel karena kita maksa, hayo ,,, ga mau seperti itu kan?
Lagi-lagi ini hanya soal waktu. Kita menginginkannya
sekarang, tapi orangtua inginnya nanti. Lantas, kira-kira di Lauhul Mahfudz sana Allah menargetkannya
kapan ya? Hihihi, kan jadi penasaran
juga. Jika sudah seperti itu lebih baik kita kembali pada salah satu firman-Nya
yang artinya, “Jadikanlah sabar dan
sholat sebagai penolongmu”. Sholatnya udah rajin belum tuh? Tepat waktu
kah? Genap 5 kali kah? Jawabannya hanya ada pada diri kita sendiri. Lalu, sudah
bersabarkah kita? Tentu kita selalu berusaha untuk sabar, tapi ikhlas ga dengan
ketentuan-Nya? Mungkin di awal kita akan sulit untuk mengikhlaskan takdir yang
harus kita jalani, namun, percayalah, Allah senantiasa mengulurkan tangan-Nya
untuk menguatkan kita. Jika kita merasa sudah sulit untuk bersabar, jangan
mudah menyerah dan lagi-lagi menyalahkan keadaan ya. Sebab apa? Sabar itu
latihannya setiap hari, jadi wajar saja kalau kadang kita udah ga sabaran.
Intinya, berusahalah untuk selalu upgrade
kadar kesabaran kita ya. Biar hatinya juga tenang dan ga ngeluh-ngeluh lagi. Hihihi
Ketika
waktu sedang tidak bersahabat dengan kita, anggap saja, ini adalah sebuah
teka-teki dari Allah yang harus kita pecahkan. Yuhu, masih ingat kan? Jika Allah
tidak menciptakan segala sesuatunya dengan kesia-siaan, dalam artian, selalu
ada hikmah dalam setiap ujian yang diberikan. Nah, sekarang tugas kita adalah
perbanyak muhasabah diri. Kalau perlu coba deh berdiri di depan cermin kemudian
monitoring serta evaluasi diri. Dramatis
ya? Hehe, tapi itu ampuh juga kok.
Intinya, jika kita sedang dipeluk masalah, berusahalah untuk tetap husnudzon
terhadap-Nya. Bukankah prasangka Allah bersama prasangka hamba-Nya? Let if low dear, you are not alone.

Wih keren keren...😊☺😉
BalasHapusYakinlah dengan skenario Allah..
BalasHapus