"Ya Allah, kenapa sih harus aku yang merasakan ini. Kenapa harus aku yang mengalaminya? Aku terlalu lemah Ya Allah". Tentu banyak dari kita yang seringkali berkeluh kesah semacam itu bukan? Terlebih jika masalah datang bersamaan. Waah, tak terbayang tuh berapa kali kita mengeluh dalam waktu lima menit saja, hmmm. Bahkan tak jarang kadang kita menyalahkan Allah dan mengkambinghitamkan orang-orang yang turut andil dalam masalah tersebut. Nah loh, apa cukup bijak tuh bersikap seperti itu? Let's be Smart Guys...
. Allah telah menganugerahkan kita akal dan pikiran untuk kita manfaatkan dengan baik. Masa iya hidup yang hanya sekali ini harus kita isi dengan sekian banyak keluhan yang terus saja kita ucapkan. Hati-hati jadi kufur nikmat loh ya. Segera bertaubat ya guys, perbanyak istighfar. Mungkin tanpa kita sadari kita telah berprasangka buruk terhadap Allah.
. Allah telah menganugerahkan kita akal dan pikiran untuk kita manfaatkan dengan baik. Masa iya hidup yang hanya sekali ini harus kita isi dengan sekian banyak keluhan yang terus saja kita ucapkan. Hati-hati jadi kufur nikmat loh ya. Segera bertaubat ya guys, perbanyak istighfar. Mungkin tanpa kita sadari kita telah berprasangka buruk terhadap Allah.
Lantas bagaimana jika ada sahabat atau teman kita yang bersikap seperti itu? Bersiaplah untuk jadi superhero ya.
Menasihati atau mengingatkan orang lain memang tidak mudah, tetapi lebih sulit lagi menasihati diri sendiri.
Itulah arti pertemanan maupun persahabatan, kadang kita dituntut untuk menjadi superhero kala teman atau sahabat sedang dilanda masalah. Sedangkan tidak menutup kemungkinan bahwa kita akan seterpuruk itu jika kita berada pada posisinya. (Letakkanlah tanganmu di atas bahuku, biar terbagi, beban itu dan tegar dirimu)
Hal yang tidak boleh kita lupa adalah, Allah tidak pernah salah pundak dalam memberikan amanah atau beban. Jadi, berhentilah membanding-bandingkan masalah kita dengan masalah orang lain. Semua sudah sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing, tidak kurang dan tidak lebih. Selalu tanamkan afirmasi dalam diri, jika ini hanyalah ujian dari-Nya. Bersabarlah, Allah hanya sedang rindu kok. Jadi jangan nangis sampai kejer gitu ah, malu dong sama kucing. hihihi
Selain itu, kadang kita menasihati orang lain bukan karena kita sok bijak atau bahkan sok pintar. Melainkan karena kita pernah berada pada posisi orang lain tersebut atau karena kita pernah mempelajarinya dari pengalaman orang lain. Jadi tetap husnudzon yaa,,,
Nah, berarti kuncinya adalah tetap husnudzon terhadap Allah dan juga orang lain yaaa. Yakin deh hati akan senantiasa damai dan tenang. Karena apa? karena Allah tentu akan makin sayang sama kita jika kita bersabar atas ujian yang diberi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar