Selasa, 26 April 2016

Menangislah di Bahuku by Ali sastra Ft The Jenggot (Lirik Nasyid)

Saat kau terpuruk dan terjatuh Pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu Karena Tuhan tahu kita mampu Kita mampu
Saat beban penuhi pundakmu Genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu Karena Tuhan tahu kita mampu
Pernahkah dirimu merasa gelisah Begitu hebatnya beban yang harus engkau bawa Kurasa susah, semangat payah, lalu kau pasrah, hentikan langkah, hingga akhirnya kau mengalah
Di saat itu kau harus tahu Bahwa Tuhan sebenarnya memberi ujian padamu Ujian untuk mengukur kadar keimananmu Ujian untuk mengangkat meninggikan levelmu
Karena tak ada ujian yang tak bisa dilalui Karena Tuhan telah mengukur diri ini Lebih baik hadapi segala beban diri Hadapi dengan ikhlas di hati
Engkau tak sendirian menghadapi cobaan Saudara seiman pasti kan ulurkan tangan Kita hadapi semua dengan hati terbuka Yakin ini hanyalah ujian semata
Saat kau terpuruk dan terjatuh Pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu Karena Tuhan tahu kita mampu Saat beban penuhi pundakmu Genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu Karena Tuhan tahu kita mampu
Bertubi-tubi cobaan pun silih berganti Seakan-akan tak habis-habis dan tak berhenti Kita rasakan semakin lemah setiap hari Bahkan muncul keinginan tuk coba bunuh diri
Tapi sejenak cermatilah kehidupan ini Betapa luasnya karunia dari Ilahi Meski kadang di tengah, kadang di sisi, kadang di atas, kadang Dibawah Kadang tak dimengerti
Sadarlah kawan, di sepanjang perjalanan Sungguh hidup ini terus memberi pelajaran Karena bagaimanapun selalu ada Tuhan Yang memberikan kekuatan
Satu persatu, seiring berjalannya waktu Kita akan tahu sebenarnya yang Tuhan Mau Tuhan ingin kita jadi manusia yang tangguh Tuhan ingin agar kita tak mudah tuk mengeluh
Saat kau terpuruk dan terjatuh Pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu Karena Tuhan tahu kita mampu, kita mampu Saat beban penuhi pundakmu Genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu Karena Tuhan tahu kita mampu kita mampu
Aku di sini sedia menemani Siap bantu jika beban itu mau kau bagi Jangan pikirkan pamrih, hilangkan semua perih Jangan lagi terpuruk dan tenggelam dalam sedih
Genggam erat pundakku, cengkram erat bahuku Biar segera terbagi semua beban itu Bersama kita maju dan melangkah tanpa ragu Hapus semua pilu agar kita terus melaju
Tuhan tak pernah tidur, apalagi mendengkur Semua ini jelas-jelas telah Tuhan ukur Mungkin dengan begini kita kan tahu bersyukur Mungkin dengan ini kita takkan pernah takabur
Tuhan ada disini, di dalam diri ini Ebiet G Ade pernah melantunkan syair ini Ayo bangkit berdiri kalau perlu kita lari Tetap semangat tuk hadapi semua ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar