Lihatlah sebentuk rinai dari langit malam
Rintiknya bagai melodi
Lirih bak berbisik
Mengusik diri yang telah asing
Sayang, bintang tersipu
Engganlah beradu beku
Engganlah memeluk ragu
Tetaplah merajut rasa
Meski sejuta cita tertawar
Dan hati kian tertawan
Kelak, di saat mata memandang
Bukan siluet
Bukan bayangan
Itu nyata dalam pandangan
Bahkan ada dalam genggaman.
[Ponorogo, 03 Desember 2015]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar